10 Khasiat Seledri Untuk Kesehatan

Seledri (Apium graveolens) merupakan jenis sayuran yang telah ditemukan berabad-abad lamanya. Sayuran yang sering kita jumpai ini mengandung berbagai macam nutrisi, mulai dari mineral, vitamin, kalsium, protein dan masih banyak lagi. Kebanyakan orang memilih mengkonsumsi batang seledri, tetapi daun dan biji seledri juga dapat dimakan dan memiliki manfaat, tak terkecuali manfaat seledri untuk kesehatan.

Tidak seperti beberapa sayuran lainnya, seledri dapat mempertahankan sebagian besar nutrisinya bahkan jika dikukus. Seledri harus dimakan maksimal dalam kurun waktu 7 hari dari waktu pembelian, karena setelah 5 sampai 7 hari, sebagian besar antioksidan dalam seledri akan menghilang.

Kandungan Nutrisi Pada Seledri

Seledri mengandung mineral seperti kalsium, natrium, tembaga, magnesium, zat besi, zinc, dan kalium. Serta mengandung asam lemak dan vitamin seperti vitamin A, vitamin C, vitamin E, vitamin D, vitamin B6, vitamin B12, dan vitamin K. Selain itu juga mengandung thiamin, riboflavin, asam folat, serat, dan beberapa nutrisi lainnya.

10 Manfaat Seledri Untuk Kesehatan & Efek Sampingnya - Khasiat Sehat

Manfaat Seledri

Seledri dipercaya dapat digunakan sebagai tonik detoks alami yang bisa mencegah berbagai penyakit. Berikut ini 10 khasiat seledri yang bermanfaat bagi kesehatan:

1. Menurunkan Kolesterol

Seledri merupakan salah satu sayuran yang memiliki daya penurun kolesterol yang berguna untuk mempertahankan kesehatan jantung. Serat seledri dapat membantu menurunkan kadar kolesterol karena seledri dapat mengurangi kolesterol berlebih dalam usus dan mendorongnya keluar ketika proses eliminasi.

2. Mengobati Peradangan

Seledri mengandung antioksidan dan polisakarida yang dikenal sebagai anti-inflamasi, terutama flavonoid dan polifenol antioksidan. Hal ini dapat menjaga kesehatan secara menyeluruh, terutama dalam mengatasi kerusakan radikal bebas (atau stres oksidatif) yang dapat menyebabkan peradangan.

Peradangan sering menjadi penyebab penyakit kronis seperti kanker, penyakit jantung, arthritis dan banyak lagi. Para peneliti telah mengidentifikasi bahwa banyak antioksidan yang terdapat dalam seledri, termasuk asam fenolik seperti asam caffeic dan asam ferulic, serta flavaols seperti quecetin.

Kandungan-kandungan tersebut membuat seledri dapat digunakan untuk mengobati berbagai macam kondisi yang diakibatkan oleh peradangan, seperti nyeri sendi (seperti dari arthritis), asam urat, infeksi ginjal dan hati, gangguan kulit, sindrom iritasi usus dan infeksi saluran kemih.

3. Mengatasi Tekanan Darah Tinggi

Ekstrak biji seledri memiliki sifat anti-hipertensi yang membantu menurunkan tekanan darah. Biji seledri berpotensi mengontrol kadar tekanan darah tinggi. Biji seledri mengandung hexanic, metanol, dan ekstrak air-etanol yang meningkatkan sirkulasi dan membantu mengendalikan tekanan darah.

4. Mencegah Bisul

Salah satu manfaat seledri yang tidak diketahui kebanyakan orang, yaitu dapat membantu mencegah atau mengurangi pembentukan ulkus menyakitkan. Sebuah studi pada tahun 2010 yang diterbitkan dalam Journal of Pharmaceutical Biology menemukan bahwa seledri mengandung ekstrak etanol yang berguna melindungi lapisan saluran pencernaan dari bisul.

Ekstrak seledri memiliki kemampuan secara signifikan untuk menjaga kesehatan lambung. Para peneliti berpendapat bahwa seledri sangat berguna untuk perut dan usus dikarenakan adanya kandungan kimia seperti flavonoid, tanin, minyak atsiri dan alkaloid yang mengontrol tingkat asam lambung dan juga meningkatkan tingkat lendir pelindung.

5. Membantu menurunkan Berat Badan

Seledri sangat rendah kalori dan bisa membantu menurunkan berat badan karena kemampuannya menyediakan nutrisi dan membantu mengatur metabolisme lemak. Salah satu manfaat seledri yang utama adalah bahwa seledri kaya akan nutrisi, seperti antioksidan, elektrolit, vitamin dan mineral dengan kalori yang sangat sedikit.

6. Kesehatan Sistem Pencernaan

Biji seledri mengandung senyawa berbau dan berminyak yang dikenal sebagai NBP yang memiliki efek diuretik dan membantu detoksifikasi tubuh. Efek diuretik tersebut bermanfaat bagi pencernaan dan dapat membantu menurunkan tekanan darah. Selain itu biji seledri juga meningkatkan sirkulasi dalam usus sehingga dapat memperbaiki pencernaan dengan membantu meringankan kembung dan pembengkakan.

7. Melawan Infeksi

Biji seledri telah digunakan selama berabad-abad sebagai obat herbal dengan efek antibakteri. Sebuah laporan 2009 yang diterbitkan dalam Journal of Pharmacy dan Farmakologi menunjukkan bahwa seledri mengandung komponen anti-mikroba khusus yang ditemukan dalam bijinya.

Ketika ekstrak diambil dari biji seledri dan dikombinasikan dengan senyawa bakteri berbahaya yang menyebabkan infeksi pada manusia, ekstrak seledri mampu secara signifikan memurnikan dan mengurangi pertumbuhan bakteri sehingga dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan melawan infeksi bakteri secara alami.

8. Mencegah Infeksi Saluran Kemih

Seledri dapat membantu mengurangi asam urat dan merangsang produksi urine, hal itu bermanfaat untuk memerangi infeksi bakteri dalam saluran pencernaan dan organ reproduksi sehingga dapat membantu mencegah gangguan kandung kemih, masalah ginjal dan kista.

9. Melindungi dari Kanker

Seledri merupakan salah satu sayuran yang mengandung polyacetylenes. Studi awal telah menunjukkan bahwa polyacetylenes membantu mengurangi toksisitas dan melawan pembentukan kanker, khususnya kanker payudara, kanker usus dan leukemia.

10. Mengobati Maag

Seledri termasuk obat tradisional untuk menyembuhkan sakit maag. Sebuah studi yang diterbitkan di Annals of Otology, Rhinology & Laryngology menyebutkan bahwa selesdri termasuk sayuran “asam rendah” dan mengobati refluks asam.


Efek Samping Mengkonsumsi Seledri

  • Seledri jika dikonsumsi dalam keadaan mentah, dengan jumlah besar, terus menerus, seledri dapat berpotensi menyebabkan penyakit gondok. Hal ini dikarenakan mengkonsumsi seledri mentah dalam jumlah besar dapat mengganggu fungsi yodium dalam tiroid, sedangkan gondok dapat menyebabkan pembengkakan di leher, masalah pernapasan dan hipotiroidisme.
  • Seledri mengandung bahan kimia yang disebut psoralen. Psoralen ini sangat sensitif terhadap sinar ultraviolet. Jika Anda menggunakan jus seledri (seledri yang telah dicairkan) pada kulit dan kemudian terkena sinar matahari, maka bisa menyebabkan ruam. Ruam akan muncul dalam waktu 12 sampai 36 jam dan berlangsung selama tiga sampai lima hari, meskipun hiperpigmentasi (kulit yang lebih gelap) bisa bertahan lebih lama.
  • Seledri dikenal banyak mengandung pestisida, sehingga disarankan mencuci seledri secara menyeluruh atau membeli seledri organik. Hal ini dikhawatirkan akan menyebabkan alergi yang diakibatkan dari seledri yang banyak mengandung pestisida. Alergi seledri bisa ringan atau serius, mulai dari kesemutan atau pembengkakan hingga syok anafilaksis (reaksi alergi yang tergolong berat karena dapat mengancam nyawa penderitanya).

Tips Memilih dan Menyimpan Seledri

Ketika memilih seledri, pastikan batang tampak tegas dan tidak terlalu lentur. Jika masih ada daun yang terdapat pada batang seledri, pastikan daun berwarna cerah dan tidak layu. Simpan dalam lemari es selama sekitar 5 sampai 7 hari. Karena apabila lebih dari 7 hari seledri cenderung layu dan kandungan gizi menurun. Pastikan anda tidak memasukkannya kedalam freezer.


Melalui artikel ini, dapat diketahui bahwa seledri memiliki banyak manfaat, terkhususnya manfaat seledri untuk kesehatan. Baca artikel sebelumnya, yaituKhasiat Buah Mengkuduserta kunjungi selalu situskhasiatsehatuntuk membaca berbagai artikel informatif lainnya.

One Comment