15 Khasiat Singkong untuk Kesehatan

Singkong atau ketela pohon atau ubi kayu merupakan makanan pokok sumber karbohidrat yang dapat menjadi pengganti beras. Singkong dapat tumbuh hampir sepanjang tahun dan dapat tumbuh hingga ketinggian sekitar 2,4 m di bawah budidaya dan 3 – 5 m jika mereka tumbuh liar. Ada lebih dari lima ribu varietas singkong tapi hanya ada dua jenis umum, yaitu singkong pahit dan singkong manis. Berikut artikel mengenai manfaat singkong untuk kesehatan.

Singkong merupakan tanaman yang tumbuh di daerah yang hangat dan lembab dengan berbagai suhu negara tropis yang terletak antara 15 derajat lintang Utara dan 15 derajat lintang Selatan. Dataran rendah tropis di bawah ketinggian 150 m di mana suhu rata-rata 25 ° C dan 29 ° C sangat cocok untuk budidaya singkong. Beberapa varietas juga dapat tumbuh pada ketinggian sampai dengan 1 500 m.

Singkong akan tumbuh dengan baik di daerah yang banyak terkena cahaya, tanah liat berpasir atau pasir liat yang lembab, subur dan mendalam. Tetapi dalam prakteknya, singkong tetap dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah, asalkan tekstur tanah cukup gembur untuk memungkinkan pengembangan umbi.

Asal Usul Singkong

Tanaman singkong ( Manihot esculenta ) merupakan tanaman dari keluarga Euphorbiaceae yang berasal dari Amerika Selatan terutama Brazil dan Paraguay. Orang di Amerika Selatan telah membudidayakan singkong sejak lama sebelum Colombus tiba di Amerika. Kemudian ketika pelaut Europian tiba di Amerika Selatan, mereka membawa singkong dan memperkenalkan singkong ke Afrika melalui perdagangan dengan orang-orang Afrika yang tinggal di pantai atau pulau-pulau terdekat selama abad ke-16 dan ke-17.

15 Manfaat Singkong untuk Kesehatan - Khasiat Sehat

Manfaat Singkong

Berikut 15 manfaat singkong untuk kesehatan:

1. Sumber Energi Bagi Tubuh

Dalam 100 gram porsi, singkong mengandung 38 gram karbohidrat dan 160 kkal kalori . Hal ini membuat singkong sebagai sumber energi yang sangat baik bagi tubuh yang mengalami aktivitas fisik berat. Karbohidrat pada singkong akan dipecah menjadi glukosa yang bertindak sebagai sumber energi bagi sel tubuh.

Kemudian, glukosa akan disimpan dan mengkonversi menjadi glikogen dalam otot sebagai reservasi energi. Sementara daun singkong juga mengandung karbohidrat dengan jumlah yang sama dengan karbohidrat pada kacang dan kacang kedelai.

2. Menurunkan Kolesterol Darah

Sebuah studi di Filipina (salah satu negara di mana singkong merupakan salah satu tanaman penting) melakukan penelitian terhadap singkong dalam kaitannya untuk menurunkan kadar kolesterol pada manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa singkong memiliki efek yang signifikan dalam menurunkan kadar kolesterol total.

Kemudian singkong juga menurunkan kolesterol LDL yang dianggap sebagai kolesterol jahat dan selain itu singkong juga dapat membantu menurunkan kadar trigliserida karena kandungan seratnya yang tinggi. Singkong juga dikenal sebagai sumber saponin. Saponin akan mencegah asam empedu dan kolesterolagar tidak diserap oleh usus kecil

3. Mencegah Anemia

Mineral besi yang dikandung oleh singkong dapat membantu tubuh untuk membentuk dua protein penting, hemoglobin (molekul protein dalam sel darah merah) dan mioglobin (protein yang ditemukan dalam jantung dan otot) yang bertugas untuk membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh.

Mengkonsumsi daun singkong atau akar singkong dapat membantu mencegah tubuh dari kekurangan zat besi yang menyebabkan anemia dan membantu proses pembaruan sel-sel darah merah.

4. Mengurangi Risiko Penyakit Jantung

Singkong mengandung serat yang dapat mengurangi kolesterol penyebab penyakit jantung dan menjaga kesehatan sirkulasi darah.

5. Menjaga Kesehatan Tulang dan Gigi

Singkong mengandung kalsium yang diperlukan untuk menjaga tulang dan gigi yang kuat. Vitamin-K yang ada pada daun singkong juga memiliki peran potensial dalam membangun susunan tulang dan mencegah hilangnya kalsium.

6. Melidungi dan Memperbaiki Jaringan Tubuh

Singkong mengandung protein yang berperan penting dalam melindungi dan memperbaiki jaringan tubuh. Daunnya mengandung berbagai jenis protein seperti lisin, isoleusin, leusin, valin, dan arginin yang tidak umum ditemukan pada tumbuhan berdaun hijau. Hampir semua singkong mengandung asam amino yang dapat dibandingkan dengan telur dan kedelai yang dikenal sebagai sumber protein.

7. Membantu Mengatur Denyut Jantung dan Tekanan Darah

Jumlah kalium yang ditemukan pada singkong berperan sebagai komponen penting dari sel dan cairan tubuh yang membantu mengatur denyut jantung dan tekanan darah. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kalium yang dikonsumsi oleh orang dengan tekanan darah tinggi bisa membantu dalam menurunkan tekanan darah sistolik.

8. Mencegah Kanker

Singkong mengandung beberapa antioksidan yang berperan penting mencegah radikal bebas masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan kanker. Antioksidan dikenal membantu tubuh melindungi sel-sel dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas dan memperbaiki DNA yang rusak.

9. Mencegah Sembelit & Menurunkan Berat Badan

Singkong mengandung serat makanan yang dapat membantu mencegah sembelit. Serat juga membantu individu untuk menurunkan berat badan dengan mempertahankan rasa kenyang.

10. Bebas Gluten dan Nutrisi Untuk Pasien Penyakit Celiac

Singkong bebas dari gluten (protein yang biasanya ditemukan dalam gandum, barley, gandum dan gandum hitam dan dapat menyebabkan alergi untuk beberapa orang). Orang dengan penyakit celiac (kelainan atau kerusakan usus kecil yang tidak bisa mentolerir gluten) dapat mengkonsumsi pati atau tepung dari singkong karena bebas dari gluten. Jadi mereka masih bisa menikmati beberapa kue yang terbuat dari singkong dan hidangan gurih lainnya.

11. Menjaga Kelancaran Metabolisme

Singkong merupakan sumber folat, piridoksin, thiamin, riboflavin, dan asam pantotenat yang penting untuk memproduksi hormon metabolisme dan menjaga kelancaran metabolisme di dalam tubuh.

12. Menurunkan Tingkat Gula Darah

Serat dalam singkong membuat penyerapan proses gula ke dalam aliran darah lebih lambat. Bagi penderita diabetes dapat mengkonsumsi singkong tanpa khawatir tingkat gula darah.

13. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Serat pada singkong terutama di daunnya, dapat mendorong pertumbuhan probiotik atau bakteri baik dalam usus dan probiotik itu sendiri dikenal sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh. Pertumbuhan bakteri baik dalam usus manusia dapat meningkatkan kekebalan dengan membatasi jumlah mikroorganisme patogen dalam tubuh.

14. Mencegah Alzheimer

Vitamin K yang ditemukan pada daun singkong muda juga telah terbukti berperan dalam pengobatan pasien penyakit Alzheimer dengan membatasi kerusakan saraf di otak. Kecukupan asupan jumlah Vitamin K juga melindungi otak dari kehilangan fungsi sel.

15. Membantu Mengurangi Stres dan Kecemasan

Vitamin dan mineral dalam singkong dan daunnya juga dikenal dapat membantu tubuh mengurangi stres dan kecemasan. Magnesium yang terkandung oleh singkong juga diketahui dapat menjadi pereda stres dan berperan dalam menenangkan sistem saraf.


Efek Samping Mengkonsumsi Singkong

  • Singkong mengandung racun yang disebut linamarin. Ketika singkong dimakan dalam keadaan mentah, sistem pencernaan manusia akan mengubah racun ini menjadi sianida, yang dapat mengakibatkan hal yang fatal bagi diri Anda. Pada beberapa kasus, sianida dapat menyebabkan kematian.
  • Akar singkong membusuk dengan cepat, yang mengakibatkan hilangnya nilai gizi. Hal ini juga dapat menyebabkan infeksi jamur dan bakteri.
  • Zat beracun pada singkong dapat mempengaruhi kelenjar pituitari dan mempengaruhi fungsi hati dan ginjal.

Melalui artikel ini, dapat diketahui bahwa singkong atau ketela pohon memiliki banyak manfaat, terkhususnya manfaat singkong untuk kesehatan. Baca artikel sebelumnya, yaitu Manfaat Ubi Jalar serta kunjungi selalu situs khasiatsehat untuk membaca berbagai artikel informatif lainnya.

Referensi artikel manfaat singkong :

  • drhealthbenefits.com/food-bevarages/staple-food/benefits-of-cassava
  • www.stylecraze.com/articles/benefits-of-cassava-on-your-skin-hair-and-health/
Silahkan bagikan artikel ini melalui:
One Comment