Sayuran

13 Khasiat Asparagus untuk Kesehatan

Asparagus (Asparagus officinalis) merupakan suatu jenis sayuran dari spesies tumbuhan genus Asparagus famili dari Asparagaceae. Ada tiga jenis asparagus: asparagus Amerika dan Inggris yang berwarna hijau, asparagus Perancis yang berwarna ungu, dan asparagus Spanyol dan Belanda yang berwarna putih. Berikut artikel mengenai manfaat asparagus untuk kesehatan.

Asparagus putih dibudidayakan di dataran tinggi dan tidak banyak dijumpai di Indonesia. Sayuran asparagus ini termasuk jenis sayuran mahal yang biasanya hanya tersedia di restoran dan hotel, dan biasa diolah menjadi sup asparagus. Oleh karena itu, sayuran ini kurang begitu dikenal di kalangan masyarakat menengah ke bawah.

Asal Usul Asparagus

Asparagus pertama kali dibudidayakan sekitar 2.500 tahun yang lalu di Yunani. Asparagus merupakan tumbuhan yang awalnya berasal dari Eropa, Asia Barat dan Afrika Utara. Perancis mulai melakukan budidaya asparagus di tahun 1400-an, sedangkan Inggris dan Jerman baru membudidayakan di tahun 1500-an.

Asparagus dikenal di Amerika Serikat sekitar tahun 1850. Sampai saat ini, importir asparagus terbesar ialah Amerika Serikat, Uni Eropa dan Jepang. China adalah produsen asparagus terbesar di dunia. Ketika pertama kali dibudidayakan, asparagus digunakan sebagai obat alami karena dikenal memiliki sifat diuretik, dan memiliki rasa halus dan khas.

Manfaat Asparagus

Berikut 13 manfaat asparagus bagi kesehatan :

1. Sebagai Diuretik Alami

Asparagus dapat berperan sebagai diuretik alami yang berarti bahwa asparagus dapat meningkatkan produksi urin. Hal ini akan meningkatkan ekskresi air dari tubuh, sehingga membersihkan tubuh dari kelebihan garam dan cairan.

2. Memelihara Saluran Pencernaan

Asparagus mengandung sejumlah besar inulin yang akan tercerna oleh usus besar, dimana nantinya akan menjadi sumber makanan bagi bakteri baik dan sehat. Bakteri baik ini akan menyerap lebih banyak gizi, mengurangi risiko alergi dan risiko terkena kanker usus besar.

Kemudian, serat dalam asparagus dapat membantu meningkatkan pencernaan karena makanan bergerak melalui usus. Serat juga melepaskan asam organik dalam tubuh yang memberikan kita bahan bakar, membersihkan saluran pencernaan, membantu fungsi hati, dan melindungi tubuh kita dari racun, patogen, kolesterol dan gula berlebih.

3. Baik Bagi Wanita Hamil

Kandungan folat dalam asparagus membuat asparagus menjadi sayuran pilihan bagi wanita hamil karena folat dapat mengurangi risiko cacat tabung saraf pada janin. Folat bekerjasama dengan vitamin B12 dan vitamin C untuk membantu tubuh memecah, menggunakan dan membuat protein baru. Folat membantu membentuk sel darah merah dan menghasilkan DNA. Jadi asparagus merupakan sayuran untuk ibu hamil yang baik jika dikonsumsi.

4. Menjaga Fungsi Sel

Seperti kebanyakan vitamin B, tiamin dalam asparagus berperan dalam penggunaan energi bagi tubuh dan sangat penting untuk fungsi sel. Tiamin membantu tubuh mengubah karbohidrat menjadi energi, yang penting untuk metabolisme, fokus dan kekuatan tubuh.

5. Membantu Melawan Kanker

Aspek mengejutkan tentang gizi asparagus adalah bahwa asparagus kaya akan glutathione, yaitu senyawa detoksifikasi yang dapat membantu menghancurkan karsinogen. Para peneliti percaya bahwa glutathione sangat penting untuk kesehatan kita. Glutathione memainkan peran penting dalam fungsi kekebalan tubuh. Ini berarti bahwa asparagus dapat membantu melawan atau melindungi terhadap kanker tertentu, termasuk kanker tulang, kanker payudara, kanker paru-paru dan kanker usus besar.

6. Meredakan Masalah Pra-Menstruasi

Ekstrak asparagus dapat digunakan secara efektif untuk mengurangi gangguan pra-menstruasi. Kehadiran nutrisi penting pada asparagus membantu memerangi depresi dan kelelahan, serta mengurangi kram menstruasi. Selain itu, asparagus juga membantu mengontrol kehilangan darah dan menjaga keseimbangan hormon saat menstruasi.

7. Mengurangi Risiko Diabetes

Kandungan nutrisi anti-inflamasi yang ada dalam asparagus dapat membantu mengurangi risiko penyakit kesehatan kronis, termasuk diabetes tipe 2. Efek yang menguntungkan ini dekarenakan adanya kromium yang memainkan peran penting dalam mengatur kadar gula darah tubuh.

8. Obat Mabuk

Ekstrak asparagus mengandung asam amino esensial yang terbukti efektif dapat menyembuhkan mabuk dengan gejalanya seperti kecemasan, kelelahan, gangguan perut seperti mual, muntah, dan dehidrasi. Studi penelitian telah menunjukkan bahwa daun dan tunas asparagus mengandung mineral anorganik, yang juga dapat membantu dalam melindungi sel-sel hati dari efek racun alkohol.

9. Mencegah Katarak

Asparagus merupakan sumber vitamin A yang penting untuk kesehatan mata. Selain itu, adanya adanya antioksidan dalam asparagus dapat melindungi retina dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Kemudian, kehadiran glutathione dalam asparagus juga membantu dalam mengurangi risiko penyakit mata seperti katarak dan kebutaan malam.

10. Mengobati Arthritis

Arthritis adalah kondisi kronis yang menyebabkan peradangan pada sendi. Penelitian telah menunjukkan bahwa mengkonsumsi makanan yang kaya akan folat seperti asparagus, yang juga memiliki sifat anti-inflamasi, dapat membantu meringankan rasa sakit dalam tubuh yang disebabkan oleh arthritis.

11. Mengobati Penyakit Neurodegenerative

Penyakit neurodegenerative merupakan kondisi genetik atau periodik yang mempengaruhi neuron otak manusia. Tubuh tidak memiliki kemampuan untuk mengganti neuron yang rusak. Penelitian telah membuktikan bahwa asparagus racemosus efektif mengobati penyakit neurodegenerative seperti Alzheimer, Parkinson, dan penyakit Huntington.

12. Mengatasi Epilepsi

Epilepsi adalah gangguan kronis yang mempengaruhi otak dan menyebabkan kejang atau kejang berulang. Otak mengirimkan sinyal abnormal sebagai akibat dari perubahan ireversibel dalam jaringan otak. Akar asaparagus racemosus dapat digunakan sebagai ramuan anti-epilepsi dan membantu menyembuhkan gejala epilepsi.

13. Mengobati Infeksi Saluran Kemih

Penelitian menunjukkan bahwa asparagus racemosus memiliki efek anti-urolithiatic yang dapat membantu untuk menyembuhkan infeksi saluran kemih. Kemudian adanya sifat diuretik pada sayuran ini dapat meningkatkan frekuensi dan volume buang air kecil. Hal ini akan membantu proses detoksifikasi dan membuang racun dari tubuh.


Efek Samping Mengkonsumsi Asparagus

Asparagus mengandung purin. Purin memecah untuk membuat asam urat yang dapat terakumulasi sebagai akibat dari kandungan purin tinggi dalam tubuh. Jadi, bagi Anda yang menderita komplikasi yang berhubungan dengan asam urat seperti batu ginjal, dianjurkan untuk menghindari atau membatasi asupan purin dari makanan seperti asparagus.


Melalui artikel ini, dapat diketahui bahwa sayur asparagus memiliki banyak manfaat, terkhususnya manfaat asparagus untuk kesehatan. Baca artikel sebelumnya, yaitu Buah Kedondong serta kunjungi selalu situs khasiatsehat untuk membaca berbagai artikel informatif lainnya.

Referensi artikel khasiat dan manfaat asparagus bagi kesehatan :

  • draxe.com/asparagus-nutrition/
  • asparagusovopbali.blogspot.co.id/
  • www.organicfacts.net/health-benefits/vegetable/health-benefits-of-asparagus.html
  • id.wikipedia.org/wiki/Asparagus
Share

Recent Posts

7 Manfaat Bunga Telang untuk Kesehatan

Khasiatsehat.com - Bunga telang seringkali hanya dijadikan sebagai bahan pewarna alami untuk makanan dan minuman.…

8 Manfaat Minyak Zaitun untuk Wajah dan Cara Pakainya

KhasiatSehat.com - Pada dasarnya terdapat banyak jenis minyak esensial yang dapat digunakan untuk merawat kesehatan…

6 Jenis Jamu Tradisional Yang Cocok Di Minum Saat Masa Pandemi

Khasiatsehat.com - Jamu merupakan salah satu jenis minuman warisan tradisional masyarakat Indonesia yang terbuat dari…

8 Manfaat Saffron untuk Kesehatan dan Efek Sampingnya

Saffron adalah salah satu jenis rempah termahal di dunia karena diperlukan teknik khusus untuk menanam…

9 Manfaat Buah Grapefruit untuk Kesehatan

Manfaat Buah Grapefruit - Grapefruit adalah salah satu buah buahan tropis kategori buah citrus yang…

8 Manfaat Mentega Untuk Kesehatan

Mentega memiliki 8 manfaat bagi kesehatan, dari memperkuat tulang dan sendi hingga mencegah kanker.